Minggu, 02 Juni 2013

mata kuliah iad, isd, ibd


Nama           : Ulwiyatun Ni’amah
NIM             : 111 502 / PBA-B

RESUME MATA KULIAH IAD, IBD, ISD
BAB I : AL QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN
Al Qur’an diturunkan bertujuan :
1.      Untuk membersihkan akal dan menyucikan jiwa dan memantapkan iman
2.      Mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradab
3.      Mengajak manusia untuk berfikir dan bekerja
4.      Menciptakan persatuan dan kesatuan
5.      Membasmi kemiskinan material dan spiritual, kebodohan dan penderitaan hidup
6.      Memadukan keadilan dan kebenaran dan penderitaan hidup
7.      Memadukan keadilan dan kebanaran bagi landasan manusia
8.      Menekankan peranan ilmu dan teknologi
Al qur’an menggunakan benda-benda alam sebagai tali penghubung untuk mengungatkan manusia akan kehadirat allah, bahwa segala sesuatu yang terjadi sekecil apapun adalah doi bawah kekuasaan pengetahuan dan pengaturan allah.
Al qur’an dengan petunjuknya yang bila dipelajari, akan membantu kita menemukan nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman bagi penyelesaian berbagai problem hidup.
BAB II : IAD, IBD, ISD SEBAGAI PEMBELAJARAN UNIT
Pembelajaran unit :
Suatu cara guru dal;am menyajikan bahan pembelajaran yang mana guru bersama anak didik menentukan bahan pelajaran guna dipelajari oleh peserta didik untuk mencapai tujuan-tujuan pengajaran.
Tokoh yang menciptakan metode pembelajaran unit :
J. F. Herbart : guru lebih aktif sedangkan anak didik pasif (teacher centered)
W. H. Kilpatrick : anak didik lebih aktif dari pada guru (child centered)
Prinsip-prinsip pembelajaran unit
  1. Prinsip kurikulum terpadu
Semua mata pelajaran telah dipadukan/diasatukan dalam pengajaran unt sebab tidak mengenal lagi batas-batas pelajaran yang satu dengan yang lain.
  1. Prinsip psikologi perkembangan
Pengajaran didasarkan pada minat yang ada pada benak anak didik
  1. Prisip team teaching
Pengajaran dengan membentuk kelompok yang beranggotakan beberapa orang untuk membentuk kelompok sebagai bekal kehidupan bersama dalam masyarakat.
Ciri-ciri pengajaran unit :
1.      Mempunyai konsep
2.      Bersumber pada minat
3.      Berdasar aktivitas bersama
4.      Disusun secara psikologis
5.      Menggunakan masa lampau untuk membantu masa kini
6.      Menggunakan pengalaman-pengalaman
7.      Direncanakan secara fleksibekl
Tujuan pembelajaran unit :
    1. Melahirkan siswa berfikir luas dengan mengkajinya dengan berbagai ilmu dan aspek
    2. Melatih siswa mebnggunakan kecakapan proses dalam pemecahan masalah
    3. Membentuk sikap kritis, kompak, rasa ingn tahu, disiplin dan mnghargai pendapat orang lain
    4. Melatiih siswa agar memiliki skill tentang leadership
    5. Mengembangkan keterampilan berkomunikasi
Langkah-langkah pembelajaran unit
a)      Persiapan
b)      Pelaksanaan
c)      Penutup
Merangkum hasil belajar untuk direviuw melalui kegiatan-kegiatan lapangan.
BAB III : GEJALA ALAM, SOCIAL, BUDAYA DALAM PERILAKU KEBERAGAMAAN “BUDAYA SUAP DI INDONESIA
Suap adalah pemberian apa saja (berupa uang atau yang lain) kepada penguasa, hakim atau pengurus sebuah urusan agar memutuskan suatu perkara dengan cara yang bathil.
Praktip suap tumbuh subur di Indonesia dikarenakan oleh system ekonomi yang dianut adalah system ekonomi kapiotalis yang menerapkan kebebasan tanpa batas. Oleh Adam Smith yang berpendapat bahwa kebebasan dalam berkompetisi merupakan pendukung dalam berkompetisi merupakan pendukung dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Berbeda dengan sistem ekonomi islam yang memiliki kontrol tanpa kebebasan yang tiada batas.
  1. Peraturan hanya sebagai formalitas
Di Indonesia, hokum tidak mampu lagi ditegakkan keadilannya, karena aparat dan penegak hokum yang paranoid, moral bejat dan mental lemah. Ini terbukti dengan adanya pengesahan UU baru namun tidak ada penerapan yang maksimal tentang KPK.
  1. Pandangan Islam terhadap praktek suap
Dalam Islam, praktek suap tentu saja diharamkanm karena apabila dilegalkan dapat mengakibatkan lenyapnya hak, matinya keadilandan hancurnya Negara. Rasulullah melaknat orang yang menyuap dan menerima suap juga orang yang menghubungkan keduanya (perantara suap).
  1. Cara memberantas praktik suap
1.      Dengan menghukum para pelakunya dan mendepak mereka dari lingkup pemerintahan
2.      Oleh politik islam memutuskan untuk membolehkan pejabat/pegawai menghadiri undangan seseorang walaupun sekedar resepsi.
BAB IV : AGAMA DAN KEBERAGAMAAN
Agama adalah ajaran-ajaran dan berbagai pedoman yang dijadikan pedoman hidup yang terdiri atas pedoman-pedoman dalam berperilaku dan berfikir, pedoman dalam memandang dan menilai sesuatu dan pedoman dalam bertindak sehari-hari.
Alasan seseorang untuk beragama :
1)      Karena beragama merupakan panggilan jiwa/fitrah manusia
2)      Manusia membutuhkan agama karena kekurangan dan kelebihan yang dimiliki
3)      Manusia hidup senantiasa menghadapi tantangan baik yang datamg dari dalam maupun luar
Agama dianggap sebagai suatu jalan hidup bagi manusia menuntun agar hidupnya tak kacau karena berfungsi sebagai pengatur untuk terwujudnya integritas hidup manusia dalam hubungan dengan Tuhan dan dengan alam yang mengitarinya.
Keberagamaan adalah respon atau pandamngan seseorang atas ajaran agama yang telagh dimiliki. Dalam pola tipe keberagaan setiap materi memiliki isi kekuatan, dalam wujud actual membentuk kekuatan beragama.
Potret keberamaan di Indonesia
Agam sekarang mengalami pergeseran yang tidak hanya sebagai ritualitas personal dengan tuhan, tetapi juga memberikan tindakan-tindakan  solutif terhadap aneka problem yang dihadapi masyarakat.
Ada 3 fenomena yang penting yang harus dicermati :
1.      Agama hanya dipahami sebagai hiburan dan ketenangan, tidak diperhatikan secara serius, semata-mata hanya untuk mencari ketenangan hidup masing-masing individu, sehingga ia terjebak pada ketenangan yang semu (candu).
2.      Agama diyakini hanya sebagai urusan privat antar manusia dengan Tuhan. Kia tidak perlu berbondong-bondong pakai surban, berjenggot, dan lain sebagainya, yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai agama diterapkan di tengah-tengah masyarakat kita.
3.      Agama sebagai hiburan profetik dan bisnis agama.
Sekarang ini para penyebar agama tdak sedikit, mereka berdakwah sambil mengumpulkan uang dan hartakekayaan lainnya. Sssemakin popular seorang tersebut, maka semakin mahal pula bayarannya, sangat sulit mendatangkan penceramah tanpa ada honor.
Sementara di pihak jama’ah, agama ibarat sebagai hiburan sebagaimana konser band, teater dan sebagainya. Ia hanya tontonan yang layak didengar, dilhat, diapresiasi tanpa mengurangi makna terdalam dari agama, selepas itu mereka tetap melakukan dosa-dosa sosial lainnya. Karena itulah, agama saat ini menjadi barang dagangan yang sangat laris.
BAB V : PERUBAHAN SOCIAL BUDAYA DAKLAM PERILAKU KEBERAGAMAAN
Perubahan social adalah proses dimana terjadi perubahan structural dan fungsi suatu system social, dan perubahan tersebut terjadi karena masuknya ide-ide pembaruan yang terjadi.
Proses perubahan social terdiri dari 3 tahap :
  • Invensi, ide diciptakan dan dikembangkan
  • Difusi, ide dikomunikasikan ke dalam sistem sosial
  • Frekuensi, penerimaan atau penolakan atas ide baru tersebut
Factor penyebab terjadinya perubahan:
  • Perubahan demografis
  • Konflik sosial
  • Bencana alam
  • Perdagangan
  • Penyebaran agama
  • Peperangan
Factor pendorong adanya perubahan;
o   Adanya unsur-unsur perubahan yang memiliki potensi mudah berubah
o   Adanya individu-individu yang mudah menerima unsur-unsur perubahan
o   Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berbah
Factor penghambat perubahan :
§  Adanya unsur perubahan yang sukar berubah
§  Individu yang sukar menerima perubahan
§  Kepentingan yang kuat pada kelompok
§  Prasangka buruk terhadap budaya asing
BAB VI : POTENSI ALAM, BUDAYA DAN SOSIAL DALAM KEBERAGAMAAN
1.      Potensi alam dalam keberagamaan
Alam merupakan anugrah dan nikmat yang besar yang diberikan tuhan untuk makhluk hidup di muka bumi agar dimanfaatkan dalam kehidupannya. Adanya timbal balik antara manusia alam tela dijelaskan pada ayat al qur’an yang artinya :
“telah tampak kerusakan di darat dan lautan yang disebabkan olegh perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki supaya mereka merasakan sebagian dan perilaku mereka itu supaya mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
Oleh karena itu potensi-potensi yang dihasilkan oleh alam itu sesuai dengan olah pikir manusia dalam merawat dan menjaga alam.
2.      Potensi budaya dalam keberagamaan
Budaya dan pebngaruh tertentu lingkungan berpengaruh pada cara beragama yang berbeda pula. Seperti halnya bagi masyarakat jawa, sarung merupakan lambing keislaman yang sebenarnyamengandung nilai intrinsic islam yang universal. Yaitu kewajiban menutup aurat. Juga mengandung instrument yang lokal, yaitu wujud materialnya sebagai pakaian itu sendiri. 
3.      Potensi sosial dalam keberagamaan
Suatu bentuk kesadaran sosial dalam keberagamaan adalah pelaksanaan zakat yang diberikan kepada orang yang berhak menerima. Ini adalah salah satu contoh pengertian ibadah bahwa ibadah itu sendiri mancakup seluruh kegiatan manusia termasuk kehidupan sosial. Jika ibadah tidak melahirkan kesadaran sosial, maka akan menghilangkan makna hakiki ibadah itu sendiri.
BAB VII : ALAM BUDAYA DAN PERADABAN MANUSIA
  1. Konflik lingkungan alam
Perkembangan zaman tidak lepas dari kemajuan teknologi yang pastinya mengakibatkan dampak positif juga negative. Seperti yang sekarang berkembang adalah penggunaan ac, lemari es, rumah kaca, nuklir, dll. Teknologi modern itulah yang menghasilkan tatanan sosial dan lembaga-lembaga lainnya secara modern.
  1. Ajaran nilai etis dalam kitab suci dan relevansinya bagi kehiduan modern
Relevansi islam dan modernitas sekarang ini telah menyibukkan kalangan muslimin karena pencarian akan pola hidup yang lebih baik sudah terhenti dan puas dengan apa yang dominant di barat. Sehingga menimbulkan pendekatan pragmatig dan instrumental yang mehendaki pola hidup kualitas tinggi dan menelaah kembali kekayaan spiritual manusia, termasuk islam.
  1. Islam dan budaya
Dari kondisi geografis dapat dibedakan dalam segi budaya yang kemudian menjadi penilaian kualitatif dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan kejasmanian. Sehingga berpengaruh tertentu pada lingkungan hidup sekelompok manusia terhadap keagamannya.
  1. Fungsi budaya local dalam keislaman
Islam dan budaya local kemungkinan akan terjadi timbale balik aktualisasi, tetapi dari sikap kritis, tradisi dapat menjadi transformasi social suatu masyarakat yang mengalami perkenalan dengan islam.
BAB VIII : MENGGALI HOKUM ISLAM DENGAN FIQIH YANG KONTEKSTUAL
Fiqih adalah ilmu yang menerangkan segala hukum agama yang berhubungan dengan perbuatan orang mukallaf yang dikeluarkan dari dalil-dalil yang jelas.
Fiqih konstektual berperan sekali pada tingkah laku manusia yang mukallaf dalam menempuh kehidupannya sehari=hari sebagaio pribadi maupun anggota masyarakat. Jangkauan fiqih kontekstual yaitu bahasan masalah-masalah hokum islam dan peraturan-peraturan ikehidupan manusia, dengan dasar :
a)      Untuk mencari pengertian dari agama islam
b)      Mempelajari hokum-hukum islam yang berghubungan dengan kehidupan manusia
c)      Kaum muslimin harus bertafaquh, yaitu memperdalam pengetahuan dalam hokum agama baik bidang akidah maupun muamalah.
Cara menetapkan hukum islam :
1.      Melihat, berpedoman pada dalil qur’an sebagai dasar
2.      Kemudian dilengkapi dengan hadits-hadits nabi
3.      Ijma’, kesepakatan ulama’, Negara dan masyarakat.
4.      Qiyas
BAB IX : IJTIHAD
Ijtihad adalah mencurahkan kemampuan berfikir untuk mengisbatkan (mengeluarkan) hokum syara’ melalui dalil-dalil syar’i.
Ijtihad oada masa Nabi sudah bisa dilakukan, sepeninggal Nabi tentu sangat diperlukan tetapi dengan ketentuan orang yang melakukan ijtihad atau yang biasa disebut mujtahid tersebut telah ahli dalam bidang ilmu pengetahuan dan keagamaan, mengerti asbabun nuzul dan wurud, juga dapat dipercaya “shidiq”, sehingga hasil ijtihadnya dapat memberi kemaslahatan bagi umat.






                                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar